Pindad (perusahaan)
Logo Pindad
|
|
| JENIS | BUMN / Perseroan Terbatas |
|---|---|
| Industri/jasa | Pertahanan |
| Didirikan | 1 Januari 1808 Artillerie Constructie Winkel |
| Pendiri | Herman William Daendels (Gubernur Jenderal Hindia Belanda) |
| Kantor pusat | 1. Bandung, Jawa Barat 2. Malang, Jawa Timur, Indonesia |
| Tokoh penting | Silmy Karim (Direktur Utama) |
| Produk | Senjata api Kendaraan militer Kendaraan sipil |
| Pemilik | Pemerintah Indonesia |
| Anak perusahaan | PT Cakra Mandiri Pratama Indonesia PT Goodrich Pindad Aeronautical System Indonesia PT MAN Diesel & Turbo Indonesia PT Inti Pindad Mitra Sejati Joint Operation (JO) Pindad |
| Situs web | pindad |
- Divisi Amunisi di Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pabrik ini menempati lahan seluas 160 hektar.
- Divisi Senjata, Divisi Mekanikal, Divisi Elektrikal, Divisi Forging & Casting, Unit Bisnis Toko Perlengkapan, Unit Bisnis Stamping, dan Unit Bisnis Laboratorium, yang semuanya ditempatkan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Komplek ini menempati lahan seluas 66 hektar. Khusus Direktorat Produksi Militer, mempekerjakan 1.546 karyawan yang terdiri dari 1.072 karyawan di pabrik dan 474 karyawan di bagian Staff.
Sejarah
Era kolonial
Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM)
Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. Pindad sekarang ini.Perusahaan Negara
Sejak saat itu PT. Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat. PT. Pindad berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).PT. Pindad (Persero)
Tahun 2002 PT. BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang langsung berada dibawah pembinaan Kementerian.Produksi Pindad
Senjata
PT Pindad telah sukses memproduksi berbagai senjata ringan yang sudah digunakan TNI dan Polri, misalnya:
Pindad SS1-V1
- SS1, kaliber 5,56 x 45 mm
- SS2, kaliber 5,56 x 45 mm
- SS3, kaliber 7,62 x 51mm

- P1, kaliber 9 x 19 mm Parabellum
- P2, kaliber 9 x 19 mm Parabellum
- G2 Elite 9 x 19mm Parabellum
- G2 Premium 9 x 19mm Parabellum
- Pindad Revolver R1, kaliber .38
- Pindad Revolver R2, kaliber .38
Pindad PM2 SMG
- PM1, kaliber 9 x 19 mm Parabellum
- PM2, kaliber 9 x 19 mm Parabellum
- PM3, kaliber 9 x 19 mm Parabellum
- SPR-1, kaliber 7,62 x 51 mm
- SPR-2, kaliber 12,7 x 99 mm
- SPR-3, kaliber 12,7 x 99 mm
Kendaraan militer
Pindad Anoa
- PINDAD APR-1V 4x4 (Kendaraan taktis ARMOURED PERSONNEL CARRIER)
- Pindad APS-3 ANOA 6x6
- Panser Badak CANON
- Rantis Komodo 4x4
- Combat VEHICLE
- Water Cannon M1W-40
- Kendaraan RPP-M
- Tank SBS
- Special function Vehicles
Produksi non-militer
Mesin Industri & Jasa
- lini produk Air brake prods
- Air reservoir
- Brake cylinder
- Compressor set
- Dual chamber air dryer
- Dummy coupling
- Isolating cock
- distributor valve
- Operating valve
- Pipe brake coupling
- Slack adjuster
- Peralatan kelautan
- Naval seat
- Jasa Steering gears
- Towing winch Kelautan
- Tuna long line equipment
- Crane
- Dbl drum mooring winch
- Electric anchor winch
- lain-lain
- Generator alternator (elektronika)
- Vacuum Circuit Breaker (elektronika)
- Laboratorium (Multi-industri)
- Palm Oil Refinery and Mill Plant (multi industri-EPC)
- Motor traksi (Transportasi)
- Perlengkapan rel kereta
- Produk-produk cor
- Produk-produk stamping
- Produk-produk tempa






0 komentar:
Posting Komentar